“Saya tekankan kepada SC dan OC untuk mengutamakan musyawarah mufakat. Tidak boleh ada perebutan kekuasaan yang gontok-gontokan. Prinsip persatuan dan kerukunan harus diutamakan,” ujar Ferry tegas.
M. Saleh Muncul Kandidat Kuat
Seiring dengan pengunduran diri Ir. Panggah Susanto yang menegaskan tidak akan maju kembali dalam Musda mendatang, spekulasi nama-nama calon pengganti mulai mencuat. Di antaranya yang paling santer disebut adalah M. Saleh, tokoh muda Golkar yang disebut-sebut telah mengantongi dukungan kuat dari sejumlah DPD tingkat II.
M. Soleh dinilai sebagai figur konsolidatif dan memiliki rekam jejak solid dalam membina jaringan di kalangan akar rumput maupun struktur partai. Beberapa kader menyebut dirinya sebagai “representasi kader muda yang siap membawa pembaruan dan kesinambungan di Golkar Jateng.”
Regenerasi Amanat Rakernas
Dalam rapat pleno DPD Golkar Jateng yang digelar di Wisma Karya Semarang, Ir. Panggah Susanto secara resmi menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali. Sebagai Ketua DPD yang berhasil mengantarkan kemenangan Golkar di Jawa Tengah dalam Pilpres, Pilgub, dan Pileg, keputusan Panggah menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi kader bukan sekadar formalitas, melainkan agenda strategis.
“Saya ingin proses regenerasi di Jateng berjalan dengan damai dan lancar. Kita tetap wujudkan proses demokrasi tapi dengan semangat musyawarah mufakat,” ujarnya.
Panggah juga mengingatkan, kunci kemenangan Golkar di Jateng adalah kerukunan dan kerja sama antar kader, bukan saling jegal dan pertarungan ego sektoral.
“Kerukunan ini yang memungkinkan kita menambah 5 kursi DPRD Provinsi dan memenangkan berbagai kontestasi. Jangan sampai momentum regenerasi dirusak oleh konflik internal,” tegasnya.
Golkar Jateng Lebih Solid
Musda XI akan menjadi ajang krusial menentukan arah Partai Golkar di Jawa Tengah lima tahun ke depan. Dengan target konsolidasi total, regenerasi damai, dan penyatuan kekuatan lintas generasi, partai berlambang pohon beringin ini tengah mempersiapkan dirinya sebagai kekuatan politik solid dalam menghadapi Pilkada serentak dan Pemilu 2029 mendatang.
Musda bukan hanya soal siapa yang menang, tapi bagaimana Golkar bisa tampil sebagai partai modern dengan soliditas, harmoni, dan daya saing tinggi di tengah lanskap politik yang semakin dinamis. (bangsar/01)


.gif)