Gubernur Luthfi Resmikan Embung Karangjati Blora

Era Baru Ketahanan Air dan Mitigasi Banjir Blora Dimulai

BLORA,OPINI PUBLIK.CO : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin (2/3/2026) pagi ini, meresmikan pemanfaatan Embung Nglawihan di Karangjati, Kabupaten Blora. Pembangunan embung berkapasitas hingga 40.000 meter kubik dengan pagu anggaran Rp 9 miliar ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat ketahanan air, menekan risiko banjir perkotaan, dan menopang produktivitas pertanian warga.

Di balik bangunan tanggul dan hamparan genangan air yang kini tertata rapi, tersimpan harapan besar: Blora yang lebih tangguh menghadapi banjir dan lebih siap menyongsong musim kemarau.

Embung yang dibangun di atas lahan sekitar satu hektare itu didesain sebagai infrastruktur multifungsi. Dengan kapasitas tampung maksimal mencapai 40.000 meter kubik, embung ini menjadi penyangga limpasan air hujan sekaligus cadangan air baku dan irigasi pertanian.

Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini saat meninjau embung, Nglawiyan-Karangjati yang Senin (2/3) ini diresmikan Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi

Pembangunan embung bukan sekadar proyek fisik bernilai Rp 9 miliar, melainkan investasi jangka panjang bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Kawasan perkotaan seperti Blora, sangat membutuhkan sistem pengendalian air yang terintegrasi di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Embung ini juga sebagai jawaban reaktif setiap kali banjir datang. Sebagai antisipatif dan ini menjadi bukti bahwa negara hadir sebelum bencana terjadi.

Peluang Produktivitas

Selama ini, sejumlah titik di wilayah perkotaan Blora kerap dilanda genangan saat curah hujan tinggi. Kini, air yang dulu menjadi ancaman, ditangkap dan dikelola menjadi sumber daya.

Embung Nglawihan Karangjati dirancang sebagai sarana mitigasi bencana banjir sekaligus penopang kebutuhan air masyarakat. Saat musim hujan, embung berfungsi menahan debit air agar tidak langsung meluap ke permukiman. Saat kemarau, air tersimpan menjadi penyelamat lahan pertanian.

Dulu orang bicara soal banjir dan kekeringan sebagai masalah. Sekarang kita bicara tentang pengelolaan dan solusi dan ini perubahan paradigma.


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *