SEMARANG, OPINI PUBLIK.CO : Di tengah semangat Idul Fitri dan panggilan regenerasi, Partai Golkar Jawa Tengah bersiap menggelar Musyawarah Daerah XI yang akan menghadirkan seribu kader dari seluruh penjuru provinsi.

Momentum ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi panggung konsolidasi, silaturahmi, dan pembuktian bahwa musyawarah mufakat masih menjadi denyut nadi demokrasi internal partai.
Di antara deretan nama, sosok M. Saleh ST, M.En muncul sebagai harapan baru yang dinilai mampu melanjutkan estafet kemenangan dengan semangat kolaborasi dan pembaruan.
Undang Seribu Kader
Menurut rencana Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Jawa Tengah akan digelar pada 25-26 April mendatang. Hajatan besar ini akan menampilkan sekitar seribu kader dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Agenda strategis ini juga menandai dimulainya proses regenerasi kepemimpinan di tubuh DPD Partai Golkar Jateng, pasca pernyataan pengunduran diri Ir. Panggah Susanto sebagai Ketua DPD periode 2020–2025.
Ketua Pelaksana Musda XI Partai Golkar Jateng,Ferry Wawan Cahyono, menyampaikan hal itu seusai memimpin rapat Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) di Semarang, Kamis (10/4).
Menurut Ferry, hingga kini panitia masih menimbang dua kota sebagai lokasi pelaksanaan, yakni Semarang dan Surakarta. Penentuannya akan didasarkan pada kapasitas tempat yang bisa menampung lebih dari seribu peserta.
“Kami belum menetapkan tempat, masih antara Kota Semarang atau Surakarta. Prinsipnya, tempat harus bisa menampung seribu orang lebih,” kata Ferry.
Musda Istimewa, Momentum Halal bi Halal dan Konsolidasi Besar
Berbeda dari Musda-Musda sebelumnya, Musda XI kali ini memiliki kekhasan. Selain menjadi Musda pertama yang digelar pasca Rakernas Partai Golkar, momen ini juga bertepatan dengan suasana Idul Fitri 1446 H. Hal itu dimanfaatkan oleh panitia sebagai ajang halal bi halal akbar, konsolidasi, dan silaturahmi seluruh kader dari daerah.
Lebih dari sekadar pemilihan ketua baru, Musda kali ini diharapkan menjadi role model Musda nasional, dengan menekankan prinsip musyawarah mufakat tanpa konflik internal.


.gif)