
BLORA, OPINI PUBLIK. CO– Desa Sumurboto, terletak di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, secara geografis berbatasan dengan desa‑desa Jejeruk, Brumbung, Turirejo, Bangsri, dan Andongrejo .
Secara ekonomi, masyarakatnya mayoritas bertani dan juga dilengkapi keterampilan anyaman bambu—produksi rumahan turun‑temurun yang menjadi sumber tambahan pendapatan
Infrastruktur desa ini relatif lengkap, tetapi tantangan pelayanan dan pemberdayaan sosial masih menjadi peta jalan pemerintah desa. Dari hamparan tanah Dusun Jatirejo RT 01 RW 02, Desa Sumurboto, Kecamatan Jepon, sebuah kabar menggembirakan datang pada Senin, 25 Juni 2025.
Masyarakat setempat menyaksikan langsung pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan berupa paving blok yang didanai melalui Dana Desa tahun anggaran 2025. Pembangunan ini bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan simbol dari semangat perubahan, kolaborasi, dan keseriusan pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan riil warganya.
Menjadi Nadi Ekonomi

Pembangunan jalan di pedesaan masih menjadi isu klasik, namun dampaknya bersifat struktural. Bagi Desa Sumurboto, infrastruktur jalan bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi fondasi ekonomi lokal.
Di desa yang masih bergantung pada kegiatan pertanian dan industri rumahan ini, kelancaran mobilitas berarti lebih cepat menjual hasil panen, lebih mudah mengakses pasar, serta lebih luas peluang tumbuhnya usaha mikro.
“Alhamdulillah, jalan yang selama ini kami impikan akhirnya terealisasi. Ini akan sangat membantu kami sebagai warga, terutama untuk transportasi dan kegiatan harian,” ujar salah satu warga kepada media.
Proyek jalan paving ini disambut hangat oleh masyarakat. Mereka mengapresiasi kualitas pengerjaan jalan dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang disebut mengedepankan kualitas konstruksi dengan baik.
Pemimpin Perempuan di Garda Depan


.gif)