Penting juga dicatat bahwa salah satu lokasi potensial pembangunan kawasan berada di KHDTK Kecamatan Sambong. Kawasan ini tidak hanya strategis, tetapi juga dapat disinergikan dengan program unggulan Cepu Raya. Artinya, POKJA harus mampu menjahit berbagai program pembangunan agar tidak tumpang tindih, dan justru memperkuat daya tawar Blora di mata investor nasional.
Tentu, semua ini harus dikawal dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Jika tidak, POKJA hanya akan menjadi alat legitimasi proyek elite tanpa manfaat nyata bagi masyarakat. Pelibatan publik, kajian akademik, serta evaluasi rutin harus menjadi bagian dari sistem kerja kelompok ini.
Kawasan Industri di Blora bukan mustahil. Tapi ia tidak bisa dibangun hanya dengan niat baik. Perlu peta jalan, kemauan politik, dan konsolidasi lintas sektor. Jika POKJA yang terbentuk benar-benar bekerja dengan orientasi hasil, maka sejarah baru pembangunan ekonomi Blora bukan sekadar wacana.
Saatnya Blora berhenti jadi penonton dalam peta industri Jawa Tengah. POKJA bisa menjadi pintu masuknya—asal dibuka dengan benar.(01)


.gif)