Oleh : Kiem Bang Sar
BLORA sebuah kota kecil di ujung timur Jawa Tengah, selalu memiliki cerita yang unik. Tanahnya yang dikenal sebagai lumbung jati nasional, bukan hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga semangat juang yang tak pernah padam.

Blora bukan sekadar tempat dengan jalan berdebu di musim kemarau atau lumpur lengket saat hujan.
Ia adalah tanah para pekerja keras, para perantau yang mengadu nasib ke kota besar, tetapi tetap memiliki hati yang selalu pulang.
Perubahan 100 Hari
Pelantikan kembali Arief Rohman sebagai Bupati Blora untuk periode 2025-2030 menjadi sebuah harapan bagi masyarakat.
Program 100 hari yang dicanangkan bukan hanya sekadar rutinitas seremonial, tetapi sebuah langkah nyata dalam membangun Blora ke arah yang lebih baik.
Dari infrastruktur hingga pendidikan, semua disusun untuk mempercepat kemajuan daerah yang selama ini sering kali kalah dalam persaingan dengan kota-kota besar lainnya.
Seperti halnya pepatah Jawa yang mengatakan alon-alon asal kelakon, pembangunan Blora harus berjalan dengan konsisten, meski tidak tergesa-gesa.
Namun, satu hal yang pasti: masyarakat ingin perubahan yang nyata, bukan sekadar wacana.


.gif)