Di sini, alam menjadi atraksi utama: hamparan hijau, langit terbuka, kereta mini untuk anak-anak, kolam renang kecil, hingga spot-spot swafoto alami. Senja di Noyo Gimbal View terkenal melukiskan warna jingga dan ungu dramatis di langit, menjadi magnet tersendiri bagi pemburu ketenangan.
“Saya membawa anak-anak ke sini supaya mereka melihat sawah dan ikan langsung, bukan hanya dari buku,” ujar Rina, wisatawan asal Patalan.
Membangkitkan Kebanggaan Warga
Kehadiran Noyo Gimbal View bukan hanya menghidupkan wisata, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Warung makan bermunculan, petani mulai mengintegrasikan kolam mina padi sebagai bagian dari ekowisata, dan anak-anak muda menjadi penggerak kegiatan kreatif, dari pemandu wisata hingga penyelenggara acara seni.
“Kami ingin tempat ini bukan sekadar tempat rekreasi, tapi juga ruang ekspresi masyarakat desa,” kata Yannanta dengan penuh keyakinan.
Komunitas lokal kini memanfaatkan kawasan itu untuk berbagai kegiatan, mulai dari pemotretan, gathering komunitas, hingga pertunjukan kecil.
Meski pencapaian gemilang telah diraih, tantangan tetap ada. Infrastruktur jalan ke lokasi wisata masih perlu diperbaiki, kapasitas parkir belum ideal, dan fasilitas umum seperti MCK harus terus ditingkatkan.
Namun optimisme tak pernah surut. “Permasalahannya kami tidak begitu riskan. Kami tetap optimis. Dalam satu periode ini, kami cukup berhasil membawa nama Desa Bangsri menjadi lebih maju,” tegas Yannanta.
Ke depannya, ia berharap agar pemerintah daerah memberikan prioritas anggaran bagi desa-desa di Blora yang sudah terbukti memiliki inovasi dan program berjalan.
“Harapan kami, desa-desa di Blora yang memiliki gagasan nyata dan terbukti membuat desanya maju, bisa diprioritaskan mendapatkan bantuan. Ini akan mempercepat pembangunan desa berbasis kreativitas,” pintanya.
Menjadi Desa yang Disinggahi
Noyo Gimbal View menjadi bukti bahwa keindahan tidak harus mewah, dan perubahan besar tidak selalu menuntut modal besar—asal ada visi, semangat gotong royong, dan kepercayaan kepada potensi lokal.
Desa Bangsri, di bawah kepemimpinan Yannanta Laga Kusuma, menjadi contoh hidup tentang bagaimana sebuah desa kecil bisa melompat jauh ke masa depan.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Desa Bangsri dan Noyo Gimbal View kini berdiri sebagai simbol: bahwa dari sawah sederhana bisa lahir mimpi besar, yang membawa cahaya baru bagi seluruh warga. (01)


.gif)