“Lampion bukan sekadar hiasan. Ia melambangkan harapan, doa, dan semangat warga untuk terus bergerak maju. Harapan dari masyarakat Desa Bangsri melalui Noyo Gimbal View agar dapat terus berkembang, maju, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Blora,” ujar Bupati Arief.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini perlu menjadi agenda rutin tahunan yang melibatkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan komunitas budaya.
“Festival seperti ini bisa menjadi magnet wisata yang luar biasa, sekaligus menghidupkan ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya.
Pesona Malam
Ribuan warga memenuhi lokasi acara sejak sore. Saat malam tiba, pelepasan lampion disertai alunan musik keroncong dan pertunjukan Barongan Blora, menghadirkan nuansa tradisi yang berpadu dengan romantisme malam.
Banyak pengunjung yang memilih mengabadikan momen tersebut sebagai pengalaman langka.Salah satu pengunjung, Diah (20 ), mengaku terpesona dengan keindahan yang tercipta.“Jarang sekali ada acara seindah ini di Blora. Pemandangannya bagus, dan lampion-lampionnya bikin suasana jadi romantis,” ujarnya.
Wisata Malam Blora
Penyelenggara bertekad menjadikan Festival Lampion Noyo Gimbal View sebagai ikon wisata malam Blora.
Dengan dukungan pemerintah desa, komunitas pemuda, dan Pemerintah Kabupaten Blora, mereka berharap kegiatan ini mampu menempatkan Noyo Gimbal sebagai destinasi unggulan baru yang tak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga pengalaman emosional dan nilai budaya.
Festival ini menegaskan satu pesan kuat: Blora bukan sekadar tanah minyak dan hutan jati, tetapi juga tanah yang memancarkan cahaya ide, budaya, dan harapan. (RED/bangsar25)


.gif)