Liputan : S.Wijayanto Wartawan Opini Publik.
BLORA, WJI.NETWORK : Tak perlu langit metropolitan untuk bercita-cita tinggi. Dari pematang sawah yang sepi, dari air kolam yang tenang, Desa Bangsri mengajarkan bahwa mimpi bisa tumbuh di tanah basah, berakar dalam kerja keras, dan bermekaran dalam semangat bersama.
Terletak di jantung Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Desa Bangsri mungkin dulunya hanya dikenal sebagai kawasan agraris biasa. Namun, dalam lima tahun terakhir, desa ini menjelma menjadi contoh nyata tentang bagaimana kreativitas, inovasi, dan tekad kepemimpinan bisa membawa perubahan besar.

Di balik perubahan itu berdiri sosok Yannanta Laga Kusuma — Kepala Desa Bangsri kelahiran Blora, 11 April 1991 — yang memimpin sejak 2019 dan akan mengakhiri masa jabatannya pada 2027.
Dengan latar belakang desa yang potensinya hampir sepenuhnya bertumpu pada pertanian, Yannanta memilih untuk tidak sekadar bertahan di zona nyaman. Ia bermimpi lebih: membangun, memajukan, dan mensejahterakan masyarakat Desa Bangsri.
“Sebenarnya potensi desa kami hanyalah pertanian. Tapi saya yakin, dengan sedikit inovasi, kami bisa mengubahnya menjadi kekuatan besar,” ujar Yannanta saat ditemui di lokasi wisata desa.
Destinasi Wisata Noyo Gimbal View

Mimpi itu berwujud nyata melalui Noyo Gimbal View — sebuah kawasan wisata berbasis alam dan pertanian yang lahir dari lahan sawah biasa.
Dengan semangat swadaya dan bantuan dana desa yang terbatas, pada pertengahan 2022 pembangunan dimulai. Inisiatif ini juga didukung bantuan provinsi (Banprov) sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan patung ikonik Noyo Gimbal, tokoh legendaris dari wilayah tersebut.
Patung setinggi sekitar 8 meter, hasil karya seniman lokal Derry Gudha Dharma bersama pemuda desa, berdiri megah sebagai simbol kebangkitan desa. Proyek ini, yang sebagian besar melibatkan tangan-tangan warga sendiri, membuka babak baru dalam identitas Bangsri.
“Patung ini menjadi ikon baru Blora, bahkan konstruksinya dibuat sedemikian rupa agar bisa bertahan hingga ratusan tahun,” terang Yannanta.
Pada Juni 2023, Noyo Gimbal View resmi dibuka. Hasilnya mencengangkan: pada 2024, tercatat sekitar 600.000 pengunjung telah datang, mencetak angka yang luar biasa bagi destinasi baru di pelosok.
Tumbuh dari Kesederhanaan
Berjalan di antara pematang sawah, kolam mina padi, dan saung kayu yang sederhana, para pengunjung menemukan ketenangan yang jarang mereka temukan di kehidupan urban.


.gif)