
“Kami gratiskan untuk keperluan orang sakit. Warga nggak usah mikir soal uang bensin atau biaya lain. Kalau untuk hajatan atau kegiatan lain, silakan juga digunakan. Yang penting, mobil ini benar-benar bermanfaat,” lanjutnya.
Kepemimpinan Sarmini tidak berhenti pada mobil. Ia juga memastikan infrastruktur desa berjalan maksimal. Pendopo desa kini telah rampung dibangun, disusul proyek drainase yang tuntas dari anggaran Dana Desa dan bantuan kabupaten.
Keberanian Melawan Keterbatasan
Lahir dari keluarga petani, alumni SMP Negeri 1 Seso ini memahami betul denyut kebutuhan masyarakat desa. Ia membumikan konsep pelayanan publik dengan pendekatan kekeluargaan dan partisipatif — sesuatu yang jarang ditemukan bahkan di level pemerintahan kabupaten.

“Saya ini hanya petani. Tapi saya tahu satu hal: masyarakat itu ingin dilayani dengan tulus. Selama saya masih diberi amanah, saya akan berjuang dari yang kecil namun berdampak besar,” tegasnya
Kini, di tengah pesimisme terhadap kualitas layanan publik, Sarmini justru menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa — dari niat yang bersih, keputusan yang berpihak, dan keberanian untuk melawan keterbatasan.
Desa Bacem hari ini adalah cerminan harapan: ketika seorang pemimpin tidak menunggu perintah, tapi bergerak untuk melayani. (01)


.gif)