BALI, OPINI PUBLIK.CO : Toleransi antar umat beragama, ternyata banar-benar diterapkan di wilayah Prov Bali. Agama Islam misalnya, kini berkembang di tengah-tengah kerumunan umat Hindu. Mereka hidup saling berdampingan dan tidak pernah ada gesekan.

Pondok Pesantren Nazar Insan Mulia yang berdiri di tengah-tengah masyarat Hindu di wilayah Siibang Kaja, Blumbungan, Abiansemal, Kabupaten Badung, Prov Bali, misalnya. Hingga kini tampak semakin berkembang.
Ponpes yang didirikan tahun 2022 lalu, awalnya hanya berupa bangunan terbuka dengan luas 9×6 m. Kini telah bertambah luas. Bahkan sedang dilakukan pembangunan gedung untuk ruang belajar anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI).
“Pada prinsipnya, kami di sini hanya ingin mengembangkan ajaran Islam, dengan tetap menjaga dan menjunjung tinggi budaya dan tradisi Bali”, tutur Gus Hasan Rahmat Syah, Pimpinan Ponpes Nazar Insan Mulia kepada Opinipublik.Co.
Gus Hasan yang asli dari Jember, Jatim, menetap di Bali sudah sekitar 17 tahun lamanya. Dia yang alumnus Ponpes Miftahul Miftadiin Jember, sengaja merantau ke Pulau Dewata, karena ingin mengembangkan ajaran agama Islam.
Kehadiran pria kelahiran 23 Agustus 1985 itu, ternyata mendapat sambutan hangat dari rekan-rekannya. Dengan tekad karena Allah SWT semata, Gus Hasan beserta ke-5 rekan lainnya mendirikan bangunan Ponpes Nazar Insan Mulia.
Gayung pun bersambut, para jamaah yang mulai berdatangan, tidak segan-segan mengulurkan bantuan, baik berupa dana, tenaga, dan pikiran. Hingga akhinya, Ponpes Nazar bisa berdiri dan terus berkembang.
Terus bertambah
Tujuan utama pendirian pondok kata Gus Hasan, adalah untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan.
Kegiaatan sosialnya antara lain, berupa pemberian santunan kepada anak yatim, pembagian daging kurban, dan pembagian sembako.
“Penerima santunan, tidak saja terbatas kepada warga yang beragama Islam saja. Tapi juga pemeluk agama lain, seperti Hindu, Kristen, dan Katolik”, tambahnya.


.gif)