
Dalam catatan setahun terakhir, Polres Blora berhasil mengungkap sejumlah kasus gangguan kamtibmas yang cukup menonjol. Kasus-kasus seperti pencurian dengan pemberatan, penipuan berkedok investasi, penganiayaan, hingga tindak pidana narkoba berhasil diungkap dengan waktu relatif cepat.
Kapolres menambahkan, penanganan ini tak lepas dari kerja keras fungsi reserse kriminal maupun intelijen yang terus melakukan pemetaan kerawanan. “Kita tidak hanya menunggu laporan. Melalui giat preemtif dan preventif, termasuk operasi cipta kondisi rutin, potensi gangguan kamtibmas kita tekan,” kata AKBP Wawan.
Untuk kasus miras ilegal dan tempat hiburan malam tak berizin yang sering menjadi sumber potensi keributan, Polres Blora konsisten melakukan razia gabungan bersama Satpol PP. Dalam semester pertama 2025 ini, puluhan liter miras berbagai jenis telah diamankan dari warung-warung yang melanggar, sekaligus dilakukan pembinaan kepada pemilik usaha.
Sinergi dan Pendekatan Humanis
Kapolres Blora juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tugas penegakan hukum. Tidak semua masalah masyarakat harus diselesaikan di meja hijau. Restorative justice juga terus dikedepankan untuk perkara-perkara ringan yang memungkinkan diselesaikan secara musyawarah, demi menjaga harmoni sosial.

Ia menilai pendekatan semacam ini selaras dengan pesan Hari Bhayangkara ke-79: Polri yang presisi, humanis, dan dekat dengan masyarakat. “Karena pada akhirnya keberhasilan kita tidak hanya diukur dari berapa banyak kasus yang ditangani, tetapi sejauh mana masyarakat merasa aman dan nyaman dengan keberadaan polisi di sekitarnya,” pungkas AKBP Wawan Andi Susanto. (@bangsar25/01)


.gif)