Meningkatkan ekonomi masyarakat sebesar 3,3 milyar/tahun.

SEMARANG, OPINI PUBLIK.CO : PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos, terus berkomitmen dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Program Desa Energi Berdikari (DEB) Mernek Jernek di Desa Mernek ini telah berhasil memanfaatkan energi terbarukan guna mendukung swasembada pangan dan meningkatkan ekonomi desa lewat kegiatan wisata.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, telah dipasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 6,6 kWp, yang merupakan bantuan dari PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
PLTS ini digunakan untuk mendukung operasional rumah hidroponik, mesin pengering padi, dan operasional Kawasan Wisata. Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di Desa Mernek.
VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, lebih dari 2.154 petani desa telah terlibat aktif dalam kegiatan ini sehingga dapat menyuplai 90 ton hasil pangan ke distributor pangan.
“Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan pendapatan melalui keterlibatan dalam pengelolaan produksi kawista, yang memberikan penghasilan sekitar Rp 5,7 juta per bulan,” tambah Fadjar.
Lebih lanjut, dampak positif dari penggunaan PLTS juga terlihat pada penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 8,58 tonCO2eq/tahun. Selain itu, terdapat penghematan biaya listrik mencapai Rp 14 juta per tahun. Produksi padi di desa ini juga meningkat dari 2,5 ton per hektar menjadi 4 ton per hektar.
DEB Mernek Jenek juga dikunjungi oleh tiga perguruan tinggi dan dua gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk melakukan riset pengembangan bibit tanaman unggul. Hal ini menjadikan Desa Mernek Jenek sebagai pusat pengembangan bibit tanaman unggul dan memperkuat posisi desa sebagai pemimpin dalam inovasi pertanian.


.gif)