Blora Tunjukkan Wajah Baru Pertanian: Inovasi dan Organik Jadi Andalan di PPI Jateng 2025

Bupati berama petani melon milenial Blora

BLORA, OPINIPUBLIK.CO : Ajang Pameran Produk Inovasi (PPI) Jawa Tengah 2025 di Lapangan Kridosono, 26–28 September 2025, bakal menjadi panggung strategis bagi Kabupaten Blora untuk membuktikan diri sebagai laboratorium pertanian masa depan.

DP4 Blora siap menampilkan rangkaian inovasi berkelanjutan, dari gerakan sejuta kotak fermentasi hingga beras organik, sebagai ikon pertanian modern yang berpihak pada generasi muda dan ramah lingkungan.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora , Ngaliman, SP., MMA kepada Bambang Sartono dari WJI Network (Wartajavaindo.Com, Opini Publik.Co dan Sapujagad.Net) yang menemui di kantornya (24/9/2025) mengungkapkan, PPI Jateng 2025, ini tak hanya jadi ajang promosi, melainkan wujud komitmen Blora dalam mendorong pertanian berkelanjutan, organik, dan berbasis inovasi lokal.

Kepala DP4 Blora Ngaliman SP,MMA saat diwawancarai Pemred WJI Network Bambang Sartono

Salah satu inovasi andalan yang akan ditampilkan adalah “Gerakan Sejuta Kotak Umat” program pengelolaan kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik. Inovasi sederhana namun berdampak besar ini memanfaatkan kotak fermentasi berlapis, memudahkan peternak dalam mengolah limbah ternak tanpa harus repot.

Program yang lahir sejak 2023 ini bahkan mendapat penghargaan Kementerian Dalam Negeri dan kini terus diperluas dengan melibatkan Babinsa serta pelatihan tokoh desa agar bisa menjadi narasumber mandiri.

Tak hanya itu, DP4 juga mencatat langkah maju melalui digitalisasi data kotak fermentasi. Setiap kotak tercatat secara digital, lengkap dengan nama pembuat, asal desa, hingga lokasi penempatan, sehingga memudahkan evaluasi dan pemantauan.  Menurut Ngaliman, langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan inovasi, bukan sekadar program sesaat.

Motor Modernisasi Pertanian

Kepala DP4 Blora saat menerima Majalah WJI edisi Cetak dari Pemred Bambang Sartono

Blora juga menempatkan petani milenial sebagai wajah baru pertanian. Program  “99 Pedati” (Petani Muda Kreatif dan Berprestasi) akan menampilkan kreativitas generasi muda dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah—mulai dari kopi, keripik gedebog, hingga sayuran hortikultura segar.


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *