Sementara Pendamping Desa membawakan topik kelembagaan BUMDes dan tata kelola keuangan, mencakup pemisahan kas, pencatatan berbasis bukti (buku kas, jurnal, neraca sederhana, arus kas), serta template laporan bulanan–triwulanan–tahunan yang siap diaudit.
Keberanian Kades

Sejumlah Kepala Desa yang ikut hadir di Bimtek tersebut memaparkan arah usaha konkret. Seperti Kades Kedungrejo Suntana mengatakan, Bumdes Kedungrejo melakukan penguatan sektor pertanian dan peternakan, menggandeng dua peternakan ayam berskala besar serta memanfaatkan lahan pertanian milik desa untuk unit usaha BUMDes.
Sementara Kades Tamanrejo Suratman mengatakan, memilih budidaya tebu di lahan sekitar 3 hektare; skema ini ditargetkan memberi profit bagi desa dan BUMDes melalui kepastian serapan dan pembukuan biaya produksi yang disiplin.
Dibagian lain Lusiana menegaskan dengan fokus pada keberadaan kelembagaan yang fungsional, pelaporan keuangan yang tertib, dan pemanfaatan Dana Desa untuk ketahanan pangan, Bimtek ini diharapkan mempercepat transformasi BUMDes Tunjungan dari sekadar ada menjadi beroperasi dan produktif sepanjang 2025. (red/@bangsar25)


.gif)