Laporan : Reses Dr. Edy Wuryanto
Anggota Komisi IX DPR RI di Grobogan.
Grobogan, WJI Network – Di tengah tantangan berat dunia kesehatan daerah, harapan akan perubahan itu datang dari ruang sederhana di Gedung PPNI Grobogan.
Di sana, bidan dan perawat yang selama ini menjadi garda depan layanan kesehatan, menyuarakan isi hati mereka—tentang status, pengabdian tanpa kepastian, dan mimpi akan layanan publik yang lebih adil.
Dr. Edy Wuryanto, Anggota Komisi IX DPR RI, datang bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga membawa komitmen nyata: memperjuangkan nasib mereka dan mendorong lahirnya UPT BPOM di Grobogan.
Kami Butuh Kepastian
Sabtu pagi (19/4/2025), Gedung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Grobogan menjadi saksi bagaimana puluhan tenaga kesehatan, terutama bidan dan perawat, menyuarakan realita yang selama ini mereka hadapi: bekerja bertahun-tahun sebagai honorer tanpa kejelasan status.
“Kami ingin diakui secara legal, karena kami adalah bagian dari sistem kesehatan yang selama ini menopang pelayanan ibu dan anak,” ungkap seorang bidan saat sesi dialog.
Keluhan juga datang dari perawat di bawah naungan BUMD rumah sakit daerah yang tidak memiliki kepastian karier, apalagi jaminan kesejahteraan jangka panjang.
Aspirasi mereka bukan sekadar soal gaji, tetapi tentang keadilan dan pengakuan negara atas dedikasi bertahun-tahun.
Nakes Pilar Kesehatan
Menanggapi aspirasi tersebut, Edy Wuryanto, yang juga berlatar belakang perawat profesional, menyatakan keprihatinan dan empatinya. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk status P3K maupun ASN bagi para tenaga kesehatan di daerah adalah salah satu agenda prioritas Komisi IX DPR RI.


.gif)