Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto memang sudah memberi atensi khusus, memerintahkan penyidik bergerak cepat. Namun atensi tanpa transparansi hanya akan menambah kecurigaan. Publik menuntut laporan terbuka: siapa yang diperiksa, apa temuan awal, dan langkah hukum berikutnya. Keterbukaan adalah satu-satunya cara menepis tuduhan bahwa ada “deal politik” di balik layar.
Kasus ini tak boleh berakhir dengan kompromi murahan. Setiap korban berhak atas kebenaran, bukan sekadar uang damai. Setiap pelanggaran hukum harus ditindak, sekalipun melibatkan kepala desa atau ketua paguyuban yang punya pengaruh. Jika kasus ini berhenti di tengah jalan, maka pesan yang tersampaikan kepada masyarakat adalah jelas: hukum bisa dibeli, keadilan hanya milik mereka yang punya kuasa.
Blora tidak butuh kompromi, Blora butuh keberanian. Aparat penegak hukum harus menunjukkan bahwa nyawa rakyat tidak bisa ditukar dengan politik dagang sapi. Dan media, termasuk kami, akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas — bukan karena sensasi, tetapi karena inilah wujud tanggung jawab kami kepada publik: memastikan keadilan tidak mati di meja penyidik (@bangsar25)


.gif)