PEMERINTAH Bantu Benih Gratis & PERBAIKI Tanggul

Atasi Dampak Banjir di Grobogan

GROBOGAN, OPINI PUBLIK.CO– Banjir besar kembali melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada 8 Maret 2025. Kejadian ini berdampak signifikan terhadap lahan pertanian di daerah tersebut, dengan ribuan hektare sawah terendam dan banyak petani menghadapi potensi gagal panen.

Di tengah situasi ini, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan bahwa pemerintah akan membantu petani terdampak dengan menyediakan benih gratis dan pupuk tambahan. Namun, apakah langkah ini cukup untuk mengatasi dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh banjir berulang di Grobogan?

Terancam Gagal Panen

Banjir yang merendam Grobogan kali ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung. Akibatnya, lebih dari 60.000 hektare sawah terdampak, dan sebagian besar tanaman padi yang sudah memasuki masa panen mengalami puso atau gagal panen total.

Salah satu petani di Desa Ringinkidul, Sutrisno (47), mengaku pasrah dengan situasi ini. “Padinya sudah hampir siap panen, tinggal dua minggu lagi. Sekarang semua tenggelam, sudah pasti tidak bisa diselamatkan,” ujarnya saat ditemui di lokasi banjir.

Dampak ini juga berimbas pada pasokan pangan dan ekonomi masyarakat. Dengan hasil panen yang hancur, harga beras lokal diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, banyak petani yang bergantung pada hasil panen untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kini harus mencari solusi lain agar tetap bisa bertahan.

Benih Gratis dan Pupuk Tambahan

Menanggapi situasi ini, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah siap membantu petani terdampak dengan beberapa skema bantuan. Salah satunya adalah pemberian benih gratis agar petani dapat kembali bercocok tanam setelah banjir surut.

“Kami ingin memastikan petani tidak terbebani biaya tanam ulang. Oleh karena itu, benih akan kami berikan secara gratis,” kata Sudaryono saat meninjau Operasi Pasar Bahan Pangan Pokok di Semarang, Senin (10/3).

Selain itu, Kementerian Pertanian juga telah meminta PT Pupuk Indonesia untuk memberikan tambahan pupuk kepada petani yang sawahnya terdampak banjir. “Pupuk yang sudah digunakan sebelum banjir tentu tidak bisa dimanfaatkan lagi. Kami sedang mengupayakan bantuan agar mereka bisa mendapatkan pupuk tambahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sebelumnya telah didistribusikan ke daerah-daerah pertanian akan dioptimalkan guna mempercepat pengolahan lahan pascabanjir.

Terus Berulang


 

By Op1

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *