Perjuangan Sunyi dalam Ruang Maskulin
Di ruang yang selama ini cenderung maskulin, Sarmini mengakui adanya tantangan. Ia menyebut ada perbedaan perlakuan terhadap kepala desa perempuan dibandingkan laki-laki—dari praduga tentang ketegasan, hingga beban ekspektasi yang kerap dilebihkan.
“Itu ruang perjuangan kami. Saya memilih menjawab dengan kerja nyata. Banyak yang awalnya meragukan, kini mulai percaya karena melihat hasil kerja dan komitmen saya,” tegasnya.
Perubahan itu nyata. Dalam tiga tahun terakhir, perempuan di Bacem mulai berani bicara dalam forum musyawarah, ikut andil dalam panitia pembangunan, hingga menjadi pelaku UMKM. “Sebagian bahkan mulai membangun jejaring bisnis antar-desa”, papar Sarmini. (O1)


.gif)