Liputan : Redaksi
JEPARA, OPINI PUBLIK.CO – Di tengah dinamika media yang semakin kompleks, organisasi wartawan Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Supriyanto, SH. Dengan latar belakang hukum dan pengalaman panjang di dunia media, Supriyanto memimpin IPJT dengan pendekatan yang tegas namun terbuka: membenahi struktur organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta merumuskan arah strategis untuk menghadapi tantangan pers masa kini.

“Kalau tidak kita yang membenahi rumah ini, siapa lagi?” ujar Supriyanto saat ditemui Widodo SH, Dirut WJI Grup dan Bambang Sartono Pemred Opini Publik dalam silahturahim Idul Fitri di rumahnya Cluwak, Pati, Minggu malam (6/4).
Kalimat itu menggambarkan urgensi yang ia rasakan sejak awal memegang mandat sebagai ketua. Di mata Supriyanto, IPJT adalah rumah besar bagi jurnalis daerah yang perlu ditata ulang agar tetap relevan dan kuat di tengah badai disrupsi digital.
Menyatukan Kembali yang Tercerai
Salah satu langkah awal Supriyanto adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Dalam beberapa bulan terakhir, ia koordinasi langsung ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, berdialog dengan pengurus dan anggota IPJT, serta mendengarkan langsung persoalan di lapangan.
“Kita harus jujur, selama ini banyak pengurus yang vakum, anggota yang tidak tahu arah organisasi, bahkan ada yang kehilangan kepercayaan. Maka konsolidasi ini soal kepercayaan.”paparnya.
Konsolidasi IPJT mencakup pendataan ulang keanggotaan, pemetaan media lokal yang aktif, dan evaluasi struktur organisasi tingkat daerah. Supriyanto ingin memastikan bahwa setiap insan pers yang tergabung benar-benar memahami peran dan tanggung jawab organisasi.
Bukan Sekadar Ganti Pengurus

Lebih dari sekadar penyegaran struktur, reorganisasi yang dijalankan Supriyanto menekankan capacity building dan task clarity — bahwa setiap pengurus harus menjalankan fungsi nyata. Ia menerapkan prinsip transparansi dalam pemilihan pengurus wilayah, serta mengintegrasikan unsur-unsur muda dan adaptif terhadap digitalisasi.
Salah satu langkah inovatif adalah pembentukan divisi baru di IPJT seperti: Divisi Advokasi Hukum – menangani pelanggaran terhadap wartawan.
Divisi Literasi Media – mendidik publik untuk memilah informasi hoaks. Divisi Pengembangan Media Digital – mendorong anggota untuk bertransformasi ke ranah daring.
Pilar Demokrasi Daerah
Dalam pandangan Supriyanto, IPJT bukan hanya organisasi profesi, tapi bagian dari ekosistem demokrasi lokal. Ia percaya bahwa media lokal memiliki peran vital dalam mengawasi pembangunan, menyuarakan aspirasi rakyat, serta menjaga transparansi anggaran dan kebijakan pemerintah daerah.


.gif)