Supriyanto, SH dan ARAH BARU IPJT: Konsolidasi, REORGANISASI, dan Tantangan MASA DEPAN Pers Lokal

Kita bukan corong pemerintah, tapi mitra kritis. IPJT harus bisa menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan tanpa kehilangan akses dan kredibilitas.”tambahnya.

Ia menargetkan ke depan IPJT dapat terlibat aktif dalam perumusan kebijakan keterbukaan informasi publik, penguatan literasi digital di daerah, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk penelitian media dan pelatihan jurnalistik.

Profesionalisme, dan Independensi

Di tengah semangat perbaikan, Supriyanto juga tak menutup mata pada tantangan yang membelit dunia pers lokal: Maraknya disinformasi dan hoaks yang menggerus kepercayaan publik.

Minimnya pelatihan jurnalistik dan etika profesi di tingkat akar rumput. Ancaman terhadap independensi media akibat tekanan ekonomi dan politik.

Saya katakan terus terang, masih banyak wartawan yang bekerja tanpa bekal kompetensi, tanpa pemahaman kode etik. Ini yang membuat citra kita rusak. IPJT harus jadi wadah pembenahan itu.” tegasnya.

Cerdas dan Progresif

Dalam waktu dekat, Supriyanto menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain: Peluncuran program “IPJT Goes to Campus” untuk membangun sinergi dengan akademisi.
Pembentukan IPJT Training Center untuk pelatihan jurnalistik berbasis praktik.

Digitalisasi organisasi melalui platform membership online dan sistem database media anggota.

Bagi Supriyanto, IPJT tidak boleh menjadi organisasi “simbolik” yang hidup hanya saat pelantikan. Ia menginginkan IPJT hadir sebagai kekuatan riil di tengah masyarakat.

IPJT adalah wajah kita semua. Wajah pers lokal. Kalau hari ini kita diam, kita biarkan wajah ini buram, maka jangan salahkan siapa pun saat kita ditinggalkan zaman.

Konsistensi Adalah Kunci

Memimpin organisasi wartawan di tengah era krisis kepercayaan bukan tugas ringan. Namun Supriyanto memilih jalan sunyi konsistensi: membenahi dari dalam, membangun dengan sabar, dan merangkul semua elemen dengan visi yang jelas. Ia percaya, hanya dengan organisasi yang tertata, IPJT bisa menjadi rumah yang benar-benar melindungi, memberdayakan, dan menegakkan marwah insan pers Jawa Tengah.

IPJT bukan untuk satu dua orang, tapi untuk menjaga martabat profesi kita bersama.”  (bangsar/01)


 

By Op1

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *