Pernyataan ini bukan sekadar nostalgia, tetapi sinyal kuat bahwa politik bisa tetap bermoral, jika pelakunya bersih dari ambisi sesaat.
Di tengah gelombang skeptisisme publik terhadap partai politik, figur seperti Mohammad Saleh justru menjadi oase. Ia bukan politisi karbitan.
Ia bukan bintang tamu politik lima tahunan. Ia adalah pekerja politik yang memahami struktur, menghargai akar rumput, dan terbiasa bekerja dalam sunyi.
Kepemimpinannya di DPD Golkar Jateng akan menjadi ujian.
Bukan hanya karena tekanan elektoral dan tantangan regenerasi, tetapi karena harapan terhadapnya dibangun dari modal moral.
Dan seperti kata Bahlil, tantangan sesungguhnya bukan soal menang dalam satu pertarungan, tapi memastikan napas panjang partai tetap terjaga.
Jika Saleh mampu memimpin dengan prinsip yang sama seperti saat ia mendukung dalam diam, maka Jawa Tengah tidak hanya akan melihat Golkar yang lebih kuat, tapi juga politik yang lebih berkarakter.
Politik bukan panggung teater. Politik adalah seni merawat kepercayaan. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, publik punya alasan untuk percaya.
Karena ada pemimpin yang tidak sekadar menang, tapi layak dimenangkan.


.gif)