Liputan : Bagus PNW, Wartawan Opini Publik.Co.Semarang
SEMARANG, WJI.NETWORK Dalam pusaran dinamika politik Jawa Tengah, Mohammad Saleh tampil sebagai sosok konsisten yang akhirnya mengemban tongkat estafet Partai Golkar Jateng.
Terpilih secara aklamasi dalam Musda XI di Semarang, Jumat malam (2/5/2025), Saleh tak hanya mengantongi legitimasi kader, tapi juga membawa harapan baru tentang politik yang berpijak pada loyalitas, persahabatan, dan konsolidasi modern.
Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Tengah tak melahirkan pertarungan politik yang sengit, namun justru meneguhkan kepercayaan kolektif: Mohammad Saleh, Wakil Ketua DPRD Jateng, secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jateng periode 2025–2030.
“Saleh ini teman saya. Dia tahu saya mungkin kalah, tapi tetap mendukung saya sampai akhir—itu yang tidak banyak orang bisa lakukan hari ini dalam politik,” ujar Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan suara lantang, memancing tepuk tangan dari ratusan kader yang memadati Ballroom Hotel PO Semarang.
Bahlil tak sekadar bicara sebagai Ketum. Ia mengungkap sejarah relasi yang jarang disampaikan ke publik. Pada 2010, saat dirinya bertarung di Kongres AMPI, Saleh yang kala itu menjabat Ketua AMPI Jateng tetap berdiri di belakangnya—meski kalah.
“Dari situ saya tahu, integritas Saleh bukan pencitraan. Dia adalah pemimpin yang memulai dari kedalaman loyalitas,” ucap Bahlil, menyiratkan alasan personal sekaligus politis di balik dukungannya.
Mohammad Saleh bukan figur baru. Di internal Golkar, ia dikenal sebagai administrator yang piawai. Sebelum menjadi Wakil Ketua DPRD Jateng, ia menjabat sebagai Bendahara DPD Golkar Jateng.
Perannya dalam menjaga soliditas struktur hingga tingkat kabupaten/kota diakui oleh DPD II se-Jateng.


.gif)