BLORA, OPINI PUBLIK.CO – Ketua Praja Kecamatan Jati, Kab. Blora Suyoto, S, menyuarakan keprihatinan terhadap minimnya perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Blora kepada wilayah selatan, khususnya Kecamatan Jati. Hal ini ia ungkapkan kepada Opini Publik, terkait catatan, pesan dan harapan pada Bupati Blora Arief Rohman di kepemimpinannya yang ke dua.
Suyoto yang juga Kades Pelem itu juga menyoroti berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur hingga kebijakan ketahanan pangan.
“Kecamatan Jati selalu disepelekan, padahal pada Pilkada lalu, Kecamatan Jati menjadi juara 1 dengan suara terbanyak di Kabupaten Blora. Namun, hingga saat ini, infrastruktur jalan kabupaten masih 0. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan ini,” ujar Suyoto.
Kades Pelem itu juga menyoroti perubahan kebijakan terkait ketahanan pangan. Menurutnya, regulasi terbaru yang mengharuskan program ketahanan pangan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) justru memperumit situasi.
“Ketahanan pangan tidak lagi boleh di-handle oleh desa, sekarang semuanya diserahkan ke BUMDes. Kami merasa ini membingungkan dan menjadi beban baru,” tambahnya.
Ketua Praja Jati menyatakan bahwa program ketahanan pangan yang sebelumnya berjalan cukup efektif kini terkendala oleh perubahan regulasi ini. Ia berharap adanya peninjauan kembali kebijakan tersebut agar lebih mendukung kebutuhan masyarakat desa.
Minimnya Pembangunan Infrastruktur


.gif)