BLORA, WJI. NETWORK — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus digelorakan di daerah sebagai fondasi transformasi sosial. Dalam sosialisasi yang digelar di Gedung Pengurus Daerah Muhammadiyah Blora, Jalan Reksodiputro, Mlangsen.
Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Edy Wuryanto, S.Kep., M.Kep. menegaskan bahwa MBG bukan semata urusan dapur, tetapi lompatan strategis untuk menciptakan generasi sehat, desa berdaulat, dan ekonomi lokal yang tumbuh dari bawah.
“Kalau dapur-dapur di desa mampu menyiapkan 3.000 porsi per hari, maka kita bicara tentang rantai pangan yang bisa digerakkan dari pasar rakyat, petani lokal, hingga UMKM. Ini bukan hanya makan gratis—ini momentum membangkitkan ekonomi rakyat,” tegas Edy.
Menurutnya, pasokan bahan baku makanan bergizi seperti beras, sayur, daging, dan buah harus dipenuhi dari potensi wilayah setempat. Dengan begitu, program ini menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi desa, membuka pasar bagi petani dan peternak, serta menghidupkan kembali koperasi dan BUMDes.
Tak Bisa Lepas dari Gizi

Dr. Edy Wur menyebut dapur MBG sebagai pusat pemberdayaan yang akan dikelola secara profesional dengan tenaga kerja lokal. Setiap dapur akan menyerap hingga 47 orang pekerja, terdiri dari kepala dapur, akuntan, ahli gizi, juru masak, supir logistik, hingga tenaga kebersihan.
“Bayangkan jika setiap desa punya dapur yang bukan hanya memasak, tetapi juga mendidik, menyehatkan, dan menggerakkan ekonomi. Kita sedang bicara tentang pembangunan yang hidup, nyata, dan mengakar,” ujarnya.


.gif)