Sebagai daerah agraris, Grobogan dinilai strategis menjadi percontohan pertanian nasional. Sugeng menyampaikan kabar baik bahwa pada musim tanam tahun ini, Bulog telah menetapkan harga pembelian gabah petani Grobogan sebesar Rp 6.500 per kilogram, sebuah langkah konkret yang mendukung kesejahteraan petani pascapanen.
Ia juga memastikan adanya perbaikan regulasi distribusi pupuk yang akan mempermudah akses dan menjamin ketersediaan, serta dukungan bantuan alat-alat pertanian seperti traktor, combine harvester, dan pompa air untuk kelompok tani.
Koperasi dan Pendidikan Masyarakat
Dalam ranah ekonomi mikro, Sugeng membeberkan bahwa program Koperasi Merah Putih akan segera diluncurkan di seluruh desa di Grobogan. Program ini merupakan salah satu instruksi langsung dari Presiden Prabowo untuk membangkitkan ekonomi desa berbasis gotong royong.
Tak kalah penting, ia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah diuji coba di beberapa sekolah dengan pengawalan langsung dari Kodim 0717/Grobogan.
Harapan untuk Masa Depan
Salah satu sorotan utama dalam konsolidasi ini adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Mojorejo, Kecamatan Wirosari, yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Lahan seluas 5 hektare telah disiapkan untuk mendirikan sekolah yang diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Bahkan, anak-anak berprestasi dari Sekolah Rakyat nantinya akan mendapat dukungan biaya kuliah hingga lulus jika diterima di perguruan tinggi negeri, termasuk di kampus lokal seperti Universitas An Nur, STAIG, dan ITB-MG.
Menuju Kesejahteraan
Acara ditutup dengan buka puasa bersama ratusan warga, kader, dan simpatisan Gerindra, dilanjutkan ramah tamah serta konsolidasi pengurus DPC Gerindra Grobogan. Suasana kebersamaan yang terjalin malam itu tak hanya menjadi simbol kebangkitan politik, namun juga semangat baru untuk menjadikan Grobogan sebagai daerah maju, inklusif, dan sejahtera.
“Mari bersama-sama kita kawal program pemerintah pusat dan daerah agar benar-benar menyentuh masyarakat. Grobogan harus jadi contoh keberhasilan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Sugeng dengan penuh optimisme.(Daryana/Hangga/01)


.gif)