Dalam forum itu, PMI Blora juga menegaskan posisi relawan: tidak digaji dan menjalankan pengabdian sebagai “ibadah sosial”, sementara yang menerima gaji disebut hanya jajaran sekretariat. “Pengurus atau relawan tidak mendapatkan gaji. Yang menerima gaji hanya jajaran sekretariat,” ujar Sutikno.

Pernyataan tersebut penting untuk meredam prasangka publik, tetapi pada saat yang sama menuntut penjelasan lebih rinci tentang tata kelola: standar biaya operasional sekretariat, komponen belanja program, serta mekanisme kontrol internal. Transparansi bukan hanya soal “ada niat baik”, melainkan struktur pengawasan yang membuat niat baik tidak berubah menjadi celah.

Tantangan Konsistensi

Dari sisi wartawan, mengapresiasi paparan keuangan secara terbuka, dan menilai praktik seperti ini masih jarang dilakukan lembaga pengelola dana publik. Ia menekankan bahwa keterbukaan di depan media semestinya menjadi contoh. Tidak banyak instansi yang berani terbuka soal keuangan di depan media.

Apresiasi tersebut wajar, tetapi ukuran transparansi yang kuat bukan berhenti pada presentasi di ruangan. Ukuran minimumnya adalah konsistensi: apakah ringkasan laporan dipublikasikan rutin, apakah ada jejak audit yang jelas, dan apakah publik bisa mengakses informasi tanpa harus menunggu forum khusus.

Jika PMI Blora ingin menjadikan keterbukaan sebagai identitas, maka langkah berikutnya adalah mengubah “paparan” menjadi “kebijakan”, misalnya pola publikasi berkala, format laporan yang mudah dipahami, dan kanal pengaduan yang benar-benar ditindaklanjuti.

Bukan Pengeras Suara

PMI Blora menyatakan akan terus hadir membantu masyarakat dan mendukung tugas Pemkab Blora, terutama di bidang kemanusiaan dan kesehatan. “Kegiatan ini juga menjadi bentuk keterbukaan kami dalam pengelolaan keuangan,” kata Sutikno.

Di titik ini, peran media menjadi penentu: bukan hanya menyiarkan kegiatan, tetapi mengawal transparansi agar tidak bersifat musiman. Sinergi yang sehat adalah ketika PMI membuka data dan media bebas menguji data itu dengan pertanyaan, verifikasi, dan pembacaan kritis, tanpa dianggap mengganggu kerja kemanusiaan.

Justru itulah cara menjaga martabat kerja kemanusiaan: amanah dijaga, donasi dilindungi, dan kepercayaan publik dibangun lewat bukti. (@wang/01)


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *