HERI AGUNG : Perencanaan Lemah, BUMDES Akan MATI SURI

BLORA, OPIN PUBLIK.CO : Heri Agung Santosa  Pengurus APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) menyoroti lemahnya perencanaan sebagai faktor utama kegagalan banyak Bumdes.

“Kalau mau mengembangkan Bumdes, harus ada perencanaan yang kuat sejak awal. Saya sendiri belum berani memberikan penyertaan modal ke Bumdes tanpa perencanaan matang,” tegasnya.

Bupati Blora Arief Rohman saat Luncurkan Agrowisata Petik Buah, Bupati Blora Apresiasi Inovasi BUMDes Bangsri

Sebagai contoh, ia ingin membangun desa wisata edukasi, tetapi sebelum eksekusi, ia mewajibkan adanya tenaga ahli berpengalaman di bidang wisata. Selain itu, pendampingan juga harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Masyarakat desa tidak bisa dilepas begitu saja. Harus ada pendampingan. Kami bahkan sudah mencari tenaga ahli dari Malang, tetapi biayanya cukup tinggi untuk pendampingan satu tahun,” tambahnya.

Solusinya, menurut Ketua Paguyuban Kepala Desa (PRAJA) Kabupaten Blora, perencanaan skala kawasan bisa menjadi jalan keluar. Dengan perencanaan yang lebih luas, potensi desa dapat dikembangkan sesuai dengan sektor yang tepat, misalnya: Wisata untuk desa dengan potensi wisata, UMKM untuk desa dengan potensi industri rumahan, ritel atau perdagangan untuk desa dengan akses ekonomi kuat

Jika perencanaan dilakukan dengan baik dan didukung pemerintah kabupaten, maka Bumdes bisa berjalan dengan arah yang jelas dan terstruktur.

Tantangan Regulasi Ketahanan Pangan

Kegiatan usaha Bumdes Muncul Jaya Desa Kajengan, Kec. Todanan

Selain perencanaan, regulasi yang masih membingungkan juga menjadi tantangan dalam pengembangan Bumdes. Salah satunya adalah kebijakan Ketahanan Pangan yang dikelola oleh Bumdes.


 

By Op1

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *