Supriedi Berpulang, Blora Kehilangan Wakil Rakyat Tegas dan Merakyat

BLORA,OPINI PUBLIK.CO  — Kabar duka menyelimuti publik Blora. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Demokrat, Supriedi, meninggal dunia pada usia 40 tahun. Kepergian politisi tiga periode dari Daerah Pemilihan Blora V itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kolega politik, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok tegas, santun, responsif, dan dekat dengan konstituen.

Ucapan belasungkawa mengalir deras di berbagai media sosial dan grup WhatsApp komunitas warga Blora. Salah satunya di WAG “Sudut Blora Tempat Lahir”, tempat sejumlah warga menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya wakil rakyat yang dikenal mudah dihubungi dan tidak berjarak dengan masyarakat.

Supriedi bukan sekadar nama dalam struktur legislatif. Ia adalah figur politik yang membangun jejak panjang dari daerah pemilihan Tunjungan, Banjarejo, dan Ngawen. Dua periode duduk di kursi DPRD Blora menjadi bukti bahwa dirinya memiliki basis kepercayaan yang tidak kecil di tengah masyarakat.

Di DPRD Blora, Supriedi dikenal sebagai anggota Komisi D yang vokal dalam isu-isu pelayanan publik, pendidikan, sosial, dan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Salah satu momen yang masih diingat publik adalah saat rapat Komisi D DPRD Blora pada Kamis, 18 September 2025, ketika ia menegur keras Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika, yang dinilai tidak fokus mengikuti rapat evaluasi program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

“Tolong ya, rapat ini membahas hajat hidup masyarakat. Kalau jenengan ada tugas lain, kerjakan dulu, saya siap menunggu sampai selesai. Tapi jangan sampai rapat ini terkesan main-main,” tegas Supriedi dalam forum tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan karakter politiknya: tegas saat menyangkut kepentingan publik, tetapi tetap berdiri dalam koridor etika kelembagaan. Bagi Supriedi, rapat DPRD bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang pertanggungjawaban terhadap masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Blora, Subroto, S.H., mengenang Supriedi sebagai putra terbaik Blora yang memiliki etos kerja kuat. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, almarhum adalah pribadi yang serius dalam menjalankan tugas dan berani mengambil keputusan ketika menyangkut kepentingan publik.

“Dalam pekerjaan punya semangat dan etos kerja yang baik serta tegas dalam mengambil keputusan terbaik. Dalam keseharian, Mas Supriedi itu baik, ramah, dan santun kepada sesama anggota,” ujar Subroto.

Kenangan serupa juga disampaikan Krisna, tokoh pemuda Dukuh Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan. Ia menyebut Supriedi sebagai sosok yang baik, cerdas, peduli, dan responsif ketika dimintai bantuan oleh konstituen.

“Mas Edi orangnya baik, pintar, peduli, dan responsif kalau dimintai tolong konstituen. Beliau sering mengumpulkan tim untuk sekadar mendengar aspirasi dari bawah,” kenang Krisna.

Bagi Krisna, kedekatan Supriedi tidak berhenti pada ruang politik. Ada sisi personal yang melekat kuat dalam ingatan. Saat Krisna menggelar tasyakuran rumah, Supriedi yang sedang melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta menyempatkan pulang khusus untuk hadir.

“Waktu saya tasyakuran rumah, beliau kunker di Jogja. Tapi disempatkan pulang khusus untuk acara saya. Bahkan beliau sempat dangdutan di atas panggung bersama saya,” ujar Krisna.

Kisah kecil itu menggambarkan sisi lain Supriedi: seorang wakil rakyat yang tidak hanya hadir saat forum resmi, tetapi juga hadir dalam ruang sosial masyarakat. Ia tidak membangun jarak dengan warga.

Ia datang, mendengar, menyapa, dan ikut menjadi bagian dari kehidupan konstituen.
Kepergian Supriedi meninggalkan ruang kosong di DPRD Blora, khususnya bagi Fraksi Demokrat dan masyarakat Dapil Blora V.

Namun, jejak pengabdiannya memberi pesan jelas bahwa politik lokal tidak hanya diukur dari jabatan, melainkan dari keberanian menjaga kepentingan publik dan kesediaan tetap dekat dengan warga.
Blora berduka. Seorang wakil rakyat telah berpulang. Tetapi ketegasan, kesantunan, dan kepeduliannya akan tetap menjadi bagian dari ingatan publik.

Selamat jalan, Supriedi. Pengabdianmu menjadi catatan penting bagi politik Blora yang lebih dekat dengan rakyat.


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *