Dalam skema kolaborasi, DP4 akan mensinergikan bimbingan teknis budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga penyiapan rantai pasok agar hasil panen terserap efisien.
Siapkan Demplot Media Ikut Kawal
Kepala Desa Sambongrejo, Tunjungan Siswadi, menyatakan kesiapan infrastruktur lapangan. “Kami siapkan lahan untuk area pembibitan (demplot) jagung di Sumengko, Sambongrejo, ” paparnya..
Di sisi lain, Kapolres mengapresiasi peran ekosistem media lokal. “Terima kasih kepada rekan-rekan media yang tergabung dalam Forum Jaringan Media Siber Blora (FJMSB). Kami minta bersama-sama mendampingi dan mengawal program tanam raya agar tepat sasaran dan berdampak,” kata AKBP Wawan, seraya menyebut kehadiran Bambang Sartono (Ketua FJMSB) pada kegiatan di Sumengko.
Fokus Hasil

Kapolres menegaskan program ini adalah implementasi arahan Presiden Republik Indonesia terkait penguatan pangan. Penanaman di Sumengko,Nglonjok menjadi “titik start” untuk memastikan kalender tanam kuartal IV berjalan disiplin.
Sementara demplot Sumengko berfungsi inkubator benih unggul dan pusat diseminasi praktik budidaya yang efisie, mulai tata tanam, pemupukan berimbang, sampai pengendalian OPT.
Dengan kehadiran Forkopimda, Bulog, dan perangkat kecamatan, ekosistem dukungan hulu–hilir diperkuat sejak awal. Tujuannya jelas: produktivitas naik, kualitas panen terjaga, dan income petani meningkat. Kegiatan berjalan lancar, partisipatif, dan berorientasi hasil.
Kapolres Blora menambahkan, Polri, pemerintah daerah, petani, dan media bergerak serempak. Menjadikan Sumengko, Nglonjok sebagai lahan produksi hingga Sumengko sebagai demplot pembibitan “Bhayangkara”, Blora mengeksekusi strategi tanam, rawat–panen–serap secara terukur untuk menyokong Swasembada Pangan 2025 dengan indikator yang bisa diaudit. (Red/@bangsar25)


.gif)