Laboratorium Energi Rakyat
Sementara Roy Kurniadi, pengamat sektor Minyak dan Gas di Blora mengungkapkan, sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dalam industri perminyakan rakyat, Blora dinilai tepat menjadi lokasi seminar ini.
Banyak sumur tua di wilayah ini masih dikelola masyarakat secara tradisional, dengan potensi besar namun berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja. Melalui seminar nasional ini, peserta diharapkan mampu memahami peran regulasi sebagai jembatan antara produktivitas dan perlindungan pekerja.
“Permen ini bukan sekadar aturan, tapi arah baru menuju tata kelola migas yang berdaulat dan aman bagi masyarakat,” jelas Roy yang juga Pemred Majalah Monitor Ekonomi.
Roy Kurniadi menambahkan diharapkan melalui forum ini akan menghasilkan sejumlah rekomendasi awal terkait peningkatan pembinaan teknis, peningkatan standar K3 di sumur masyarakat, serta skema kemitraan antara pemerintah daerah dan perusahaan migas.
“Diharapkan hasil seminar menjadi acuan nasional untuk penguatan tata kelola migas berbasis masyarakat yang aman, produktif, dan sesuai regulasi nasional, ‘’ paparnya.
Dengan tema besar Transformasi Migas untuk Kemandirian Energi Nasional, Seminar Migas Nasional di Blora ini menegaskan peran daerah dalam menyokong kebijakan energi berkelanjutan dan menjadi contoh sinergi nyata antara pemerintah pusat, industri, dan rakyat. (red/@bangsar25)


.gif)