LANGKAH SUCI Jemaah Blora MENUJU BAITULAH

Dengan mengucap basmalah, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mengibarkan bendera tanda keberangkatan. Dalam suasana haru yang menyelimuti keluarga dan kerabat yang melepas, simbol itu menjadi representasi restu pemerintah sekaligus doa kolektif masyarakat Blora bagi para tamu Allah.

Turut hadir menyaksikan momen sakral tersebut, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini bersama jajaran Forkopimda dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. Kehadiran mereka mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mengiringi perjalanan spiritual warganya, tidak hanya secara administratif tetapi juga secara moral dan emosional.

Secara keseluruhan, sebanyak 803 calon jemaah haji Blora terbagi dalam tiga kloter—44, 45, dan 46—yang diberangkatkan secara bertahap sejak dini hari hingga pagi. Mereka adalah bagian dari ribuan umat yang telah menanti panggilan ini selama bertahun-tahun, bahkan rata-rata hingga 13 tahun masa tunggu.

Menjadi haji mahbrur
Bambang Sartono  (Opini Publik) mengantar kakak Endang Suhartini dan Sutikno Ariyanto calon jemaah haji dari Sukorejo Tunjungan

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa keberangkatan haji adalah anugerah besar yang patut disyukuri. Para jemaah disebutnya sebagai pribadi-pribadi terpilih yang mendapat kesempatan langka untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Lebih dari sekadar perjalanan fisik, ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah proses pembentukan karakter, tentang kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Ia juga menekankan pentingnya peran ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) dalam menjaga kekompakan serta memastikan seluruh jemaah, terutama yang lanjut usia, mendapatkan perhatian dan perlindungan yang optimal.

“Jaga kesehatan, disiplin waktu, dan patuhi arahan pembimbing. InsyaAllah, dengan niat yang lurus dan kebersamaan, bapak ibu semua akan kembali sebagai haji yang mabrur,” pesannya.

Pemberangkatan ini bukan hanya tentang perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga tentang membawa nilai-nilai haji kembali ke tanah air—menjadi energi moral untuk membangun masyarakat yang lebih beradab, harmonis, dan berintegritas.

Dari Blora, langkah-langkah itu dimulai menuju Makkah, menuju kesucian, menuju transformasi diri dan peradaban. (@maston/01)

 


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *