JADI Pusat Tarik INVESTASI NASIONAL : Memperindag Puji STRATEGI VISIONER Ahmad Lutfhi

Menperindag Agus Gumiwang saat menghadiri acara Grand Opening Pabrik Panel Surya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal.

Kepemimpinan bukan hanya soal mengelola daerah, tapi juga menjual potensi. ” — Agus Gumiwang Kartasasmita”

KENDAL : WOS.KEREN: Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, memberikan pujian tegas dan terbuka atas langkah strategis Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam menjadikan daerahnya sebagai magnet investasi nasional.

Dalam persaingan global yang ketat, pola kepemimpinan Luthfi yang menjadikan seluruh kepala daerah sebagai “sales investasi” dinilai sebagai terobosan yang tak hanya berdampak lokal, tapi memberi efek sistemik pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Itu merupakan hal yang sangat positif. Kami di pusat bisa tidur nyenyak jika seluruh gubernur di Indonesia memiliki pola pikir seperti Pak Ahmad Luthfi,” ujar Agus dalam sambutannya pada Grand Opening Pabrik Panel Surya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal, Kamis (19/6/2025).

Menurutnya, pendekatan aktif dalam diplomasi ekonomi daerah tersebut telah berbuah konkret. Jawa Tengah kini menjadi salah satu provinsi dengan daya tarik investasi terbesar di Indonesia. “Wajar saja kalau Jawa Tengah sekarang ini menjadi magnet luar biasa bagi para calon investor,” tambah Agus.

Industri Panel Surya dan Revolusi Energi Bersih

Kehadiran PT TMAI di Kendal, sebagai pabrik panel surya terbesar di Indonesia, disebut Agus sebagai momentum strategis dalam membangun ekosistem energi baru dan terbarukan. Dalam konteks transisi energi global, pabrik ini diharapkan mendorong percepatan produksi modul surya dalam negeri yang selama ini masih tertinggal dibanding negara lain.

“Pembukaan industri ini bukan hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga membuka jalur bagi Indonesia menjadi pemain utama dalam industri hijau,” tegasnya.

Data menunjukkan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah terhadap PDB nasional berada di angka 8,32%, dengan laju pertumbuhan 0,09% di atas rata-rata nasional. Bahkan, pada triwulan I 2025, realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp21 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi 4,98%.

Faktor kunci yang mendasari tingginya minat investasi adalah jaminan stabilitas keamanan, sistem perizinan yang cepat dan transparan, ketersediaan kawasan industri, hingga daya saing upah tenaga kerja.

“Bandara kami sudah bertaraf internasional, pelabuhan akan direvitalisasi. Ke depan, rugi jika tidak berinvestasi di Jawa Tengah,” tegas Ahmad Luthfi dalam pidatonya.

Kepemimpinan Pro-Investasi

Secara eksplisit, Gubernur Luthfi mengakui telah mewajibkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bupati/wali kota di Jawa Tengah untuk mengadopsi peran sebagai sales atau marketer daerah. Tujuannya jelas: membawa daerah masing-masing tampil di panggung ekonomi nasional dan global.

“Semua harus bergerak. Tidak boleh hanya menunggu. Kita promosikan potensi daerah masing-masing secara aktif,” ujar Luthfi.

Ia juga mengapresiasi PT TMAI yang telah menyerap 60% tenaga kerja lokal Kendal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata Luthfi, juga terus membangun kesiapan SDM melalui penguatan sekolah vokasi, pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), dan program pemagangan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Investasi Berkelanjutan

Kehadiran industri seperti PT TMAI tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi berbasis keberlanjutan. Dalam konteks perubahan iklim dan krisis energi, investasi pada sektor energi terbarukan dipastikan menjadi pilar utama pembangunan nasional.

Dengan strategi dan kepemimpinan yang adaptif serta progresif, Jawa Tengah di bawah Gubernur Ahmad Luthfi menunjukkan bahwa daerah bisa memainkan peran utama dalam mendorong investasi, menciptakan ekosistem industri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi global. (@bangsar25)


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *