“Kami sudah evaluasi performa tahun lalu yang hanya sampai delapan besar. Tahun ini, target kami realistis tapi naik: tembus empat besar. Kami yakin, dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, anak-anak bisa mewujudkan itu,” ujar AKP Subiyono saat ditemui dalam sesi latihan tim.
Pelatih Joko Purwanto juga menyampaikan bahwa program latihan sudah berlangsung sejak awal Mei, melibatkan materi teknik dasar, strategi permainan, hingga latihan tanding.
“Mereka masih muda, tapi potensinya sangat besar. Tinggal konsistensi dan mental saat bertanding. Kalau itu bisa dikunci, semifinal bukan mustahil,” jelasnya.
Peningkatan Kualitas Voli Daerah
Di tempat terpisah, turnamen ini disambut antusias oleh komunitas olahraga Blora, termasuk para pegiat bola voli di tingkat desa. Bagi mereka, “Kapolres Blora Cup” bukan hanya kompetisi, tetapi kesempatan untuk membuktikan bahwa pembinaan di desa dan kecamatan mampu menghasilkan pemain berkualitas.
“Ini agenda strategis. Bila dilakukan rutin dan serius setiap tahun, Blora tak kekurangan atlet. Tinggal pembinaan berkelanjutan dan sistem seleksi yang objektif,” ujar Siswanto, SPd, MH Sekretaris PBVSI Jateng.
Ditambahkan, Wakil Ketua DPRD Blora ini, Turnamen Bola Voli Kapolres Blora Cup 2025 menjadi bukti bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mengambil bagian aktif dalam pengembangan SDM dan olahraga daerah.
Momentum ini diharapkan mampu membangun fondasi pembinaan olahraga yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan solidaritas sosial yang erat di tengah masyarakat Blora.
“Kami ingin Bhayangkara hadir bukan hanya menjaga, tapi juga membina. Semangat Hari Bhayangkara ke-79 adalah semangat untuk Indonesia lebih tangguh—di lapangan dan di masyarakat,” tambah Siswanto, Ketua DPN ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) – (S.Wijayanto/01)


.gif)