Penciptaan lapangan kerja—isu sentral yang dijanjikan saat kampanye—belum menunjukkan hasil terukur. Bahkan sebaliknya, gelombang PHK di sejumlah kabupaten/kota menambah daftar pekerjaan rumah. Meski kondisi ini juga disebabkan faktor global dan nasional, namun publik tetap berharap adanya mitigasi konkret dari pemerintah provinsi.
Kami di meja redaksi melihat bahwa 100 hari pertama bukanlah akhir, melainkan jendela awal untuk mengukur arah. Saat ini, mungkin Ahmad Luthfi dan Taj Yasin masih sibuk menata ulang fondasi. Namun untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari rakyat Jawa Tengah, mereka perlu mulai menunjukkan peta jalan, capaian terukur, dan gaya komunikasi yang lebih terbuka.
Publik tak hanya menunggu gebrakan, tapi juga ingin diyakinkan: ke mana arah kapal besar Jawa Tengah ini dibawa?


.gif)