Masa Depan Voli Blora Ada di Tangan Kita: Turnamen Harus Jadi Titik Awal, Bukan Titik Henti”

Catatan : Redaksi Opini Publik

Turnamen Kapolres Cup 2025 membuktikan bahwa semangat voli di Blora hidup dan membara. Namun, gairah saja tidak cukup .

 

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto memotong tumpeng dan menyerahkan kepada Ketua DPRD Blora H.Mustopa menandai pembukaan Turnamen Bola Voli Kapolres Cup 2025 di Gor Mustika Minggu malam.

Tanpa pelatihan jangka panjang dan dukungan anggaran yang terencana, mimpi besar hanya akan jadi rutinitas tahunan.

Tahun ini, turnamen yang diinisiasi oleh AKBP Wawan Andi Susanto, SH,SIK,MH tidak hanya sukses secara teknis—mulai dari jumlah peserta, kualitas permainan, hingga antusiasme publik—namun juga memberi ruang bagi pembacaan ulang arah pelatihan olahraga lokal.

Potensi Besar, Fondasi Lemah

Blora bukan tanpa bakat. Dari desa-desa di Cepu, Randublatung, hingga Ngawen, lapangan tanah dan net seadanya tak pernah sepi anak muda bermain voli.

Atlet tumbuh secara alami tetapi tanpa struktur pelatihan yang berkelanjutan, mereka hanya menjadi bakat yang terbuang. Belum ada liga daerah yang kontinyu. Belum terlihat sistematisasi jenjang dari usia dini, pelajar, hingga klub senior.

Turnamen seperti Kapolres Cup menghadirkan oase yang layaknya menghidupkan gairah, namun belum mengalirkan harapan jangka panjang.

Tak bisa dipungkiri, pendanaan menjadi benang kusut utama. Banyak klub desa hidup dari iuran sukarela, sponsor lokal, atau patungan pelatih. Belum ada APBD olahraga yang menetes signifikan untuk kemauan. Apalagi sarana latihan pun sebagian besar masih bergantung pada sekolah atau balai desa.

“Kami sering kesulitan membeli bola standar, apalagi biaya hotel kalau ada undangan luar daerah,” ungkap salah satu pelatih dari Kecamatan Tunjungan.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta pemangku kepentingan swasta perlu duduk bersama menyusun skema pendanaan pelatihan yang terencana, merata, dan terukur.

Bentuknya bisa hibah pelatihan klub, subsidi liga antarkecamatan atau kerja sama dengan sponsor nasional.

Agar Turnamen Kapolres Cup tidak berakhir sebatas euforia saat ini, ada beberapa langkah konkret yang harus dikejar:


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *