GROBOGAN, OPINI PUBLIK.CO – Bukan sekadar merangkai tongkat dan mengencangkan tali. Di arena Jambore Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungjati 2026, pionering menjadi ajang menguji keterampilan sekaligus menempa kekompakan, disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab anggota Pramuka.
Jambore yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Lapangan Kalikan, Desa Kedungjati, Kabupaten Grobogan, diikuti anggota Pramuka dari berbagai pangkalan. Sejumlah kegiatan kepramukaan digelar, salah satunya pionering yang menuntut ketelitian, kecakapan teknis, serta koordinasi antarpeserta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta ditantang membuat berbagai konstruksi menggunakan tongkat dan tali. Mereka harus menguasai teknik simpul dan ikatan sekaligus memperhitungkan struktur agar konstruksi dapat berdiri kokoh dan aman.
Pekerjaan dilakukan secara berkelompok. Setiap anggota berbagi tugas, mulai menyiapkan tongkat dan tali, membuat ikatan, menyusun struktur hingga memeriksa kekuatan konstruksi.
Proses tersebut sekaligus mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan keterampilan individu. Komunikasi, pembagian tugas, kedisiplinan dan kepercayaan antarpeserta menjadi faktor penting untuk menyelesaikan konstruksi.
Nilai itu selaras dengan tema Jambore Kwarran Kedungjati 2026, “Pramuka Berjiwa Pancasila.” Gotong royong, persatuan, tanggung jawab dan kepedulian diterapkan langsung melalui aktivitas di lapangan.
Pionering juga memberi ruang kreativitas. Material sederhana berupa tongkat dan tali dapat dikembangkan menjadi konstruksi fungsional melalui penerapan teknik kepramukaan dan kerja tim.
Melalui rangkaian Jambore tersebut, Kwarran Kedungjati mendorong pembentukan anggota Pramuka yang tidak hanya menguasai keterampilan lapangan, tetapi juga memiliki karakter mandiri, disiplin, kreatif, bertanggung jawab dan mampu bekerja dalam tim. (Wid/01)


.gif)