MENAKAR KEMANDIRIAN Pangan Blora

Wabub Blora Sri Setyorini saat menyerahkan apresiasi pejuang Swasembada pangan pada kategori program GESEKU

 Konsistensi Menuju Kabupaten Organik

(Laporan Akhir Tahun DP4 Blora 2025)

BLORA, OPINI PUBLIK.CO : Penutupan tahun 2025 bagi Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora tidak dirayakan dengan euforia seremonial. Di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (24/12/2025), DP4 memilih menutup tahun dengan satu agenda simbolik sekaligus politis: Pemberian Apresiasi Pejuang Swasembada Pangan Kabupaten Blora Tahun 2025.

Di balik seremoni, forum ini menjadi ruang laporan kinerja, evaluasi capaian, dan penegasan arah kebijakan pangan Blora ke depan.

Kepala DP4 Blora Ngaliman, SP, MM saat menghadiri acara Apresiasi Pejuang Swasembada Pangan Blora di Rumdin Bupati Blora

Acara dihadiri Wakil Bupati Sri Setyorini, perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa, organisasi petani, akademisi, dunia usaha, hingga mitra strategis sektor pangan dari tingkat provinsi dan pusat. Kehadiran lintas sektor ini penting dicatat untuk menegaskan, swasembada pangan tidak berdiri di satu institusi, melainkan pada orkestrasi kebijakan, pendampingan teknis, dan kerja lapangan yang konsisten.

Penanda Kerja

Kepala DP4 Blora Ngaliman SP, MMA, dalam laporan resminya, memposisikan agenda ini sebagai penutup tahun sekaligus pengakuan terhadap aktor lapangan yang selama ini bekerja di bawah tekanan cuaca, fluktuasi harga, distribusi pupuk, dan keterbatasan sarana.

DP4 memaparkan deret capaian 2025 yang dinilai mencerminkan perbaikan tata kelola, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, antara lain: Juara 1 Penyelenggaraan Statistik Sektoral 2025 tingkat Kabupaten Blora.Juara 1 Penggunaan Kartu Tani Terbaik tingkat Jawa Tengah. Juara 1 Stan Terbaik pada Pekan Agro Digital dan Inovasi Jawa Tengah 2025.

Juga juara 1 Petugas IB Terbaik Jawa Tengah kategori akseptor di atas 10.000, Juara 2 Kelompok Tani Milenial Tembakau se-Jawa Tengah dan Juara 2 Lomba Konten Program Unggulan antar OPD se-Kabupaten Blora

Selain itu, inovasi Gerbang Blora (Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara) kembali menempatkan DP4 sebagai Juara 1 Festival Blora Inovasi 2025. Hasil  ini melengkapi kemenangan inovasi tiga tahun berturut-turut: 2023 Gerakan Sejuta Kotak Umat, 2024 99 Pedati, dan 2025 Gerbang Blora.

Namun yang paling relevan secara kebijakan bukan deret piala, melainkan angka dampak lapangan.

Keberlanjutan GESEKU 

Salah satu sorotan utama laporan akhir tahun adalah keberlanjutan Gerakan Sejuta Kotak Umat (GESEKU), program pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia dan memperbaiki kesuburan tanah.

Data yang dipaparkan DP4 menunjukkan: Tahun 2024: 2.200 kotak pupuk organik dan pada tahun 2025 menjadi 3.950 kotak pupuk organik

Artinya, terdapat penambahan 1.750 kotak dalam satu tahun, atau lonjakan signifikan yang tidak mungkin dicapai tanpa kerja kolaboratif. DP4 secara terbuka mengakui peran Babinsa dan Koramil yang berkolaborasi dengan penyuluh pertanian, kepala desa, dan perangkat desa untuk menggerakkan petani di tingkat tapak.

Di titik ini, GESEKU bukan lagi sekadar jargon inovasi. Ia mulai berfungsi sebagai alat kebijakan untuk: Menekan biaya input produksi, Meningkatkan kemandirian petani dan Mempersiapkan transisi menuju pertanian organik.

Infrastruktur Pengetahuan

Kadin DP4  saat penandatanganan perjanjian kerja sama antara DP4 Blora dengan Politeknik Mapena Tuban dan LPPNU Blora.

Agenda apresiasi dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara DP4 Blora dengan Politeknik Mapena Tuban dan LPPNU Blora. Kerja sama ini diarahkan pada pembangunan pertanian dan pengembangan pertanian organik.


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *