AGUS ANDRIANTO : Satu Tahun ‘MERAPIKAN’ Rumah Baru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto saat menerima kenang-kenangan Majalah Opini Publik Edisi Tokoh Blora Menginspirasi dari Jurnalis Opini Publik Jakarta Baso Susanto
Satu Tahun Agus Andrianto di Kemenimipas: Hari Bakti Pertama, Ujian Serius Komitmen Pelayanan

JAKARTA, OPINI PUBLIK.CO : Satu tahun setelah Jenderal Pol. (Purn.) Agus Andrianto dipercaya memimpin Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), rangkaian seremoni Hari Bakti ke-1 yang dipusatkan di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang, Jakarta Timur, bukan sekadar penanda kalender.

Di balik upacara sederhana pada Rabu, 19 November 2025 itu, publik sesungguhnya sedang menguji: seberapa jauh kementerian baru ini bergerak dari kultur masa lalu menuju tata kelola imigrasi dan pemasyarakatan yang benar-benar melayani.

Di lapangan Lapas Cipinang, Agus Andrianto memimpin upacara dengan tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa”. Hadir Menteri PANRB Rini Widyantini, para pejabat utama Kemenimipas, kalapas, serta mitra lintas kementerian dan lembaga.

Di momen itu, Kemenimipas memberi penghargaan kepada sejumlah mitra, termasuk Kementerian PANRB, atas peran mereka dalam mengawal transisi pemisahan kelembagaan dan akselerasi reformasi birokrasi di tubuh Kemenimipas.

Menteri IMPAS Agus Andrianto bersama jajaran Kemenimpas saat Periungatan Hari Bakti Kemenimpas di LP Kelas 1 Cipinang

Bersamaan dengan itu, diluncurkan beberapa inisiatif baru: layanan Izin Tinggal Diaspora, Corporate University Kemenimipas, dan Koperasi Imigrasi. Di atas kertas, ini menandai upaya menata SDM, memperkuat pelayanan, dan membangun ekosistem kerja yang lebih modern. Pertanyaannya, apakah satu tahun pertama ini cukup menunjukkan bahwa kementerian baru tersebut benar-benar sedang bertransformasi, bukan sekadar berganti papan nama

Merapikan “Rumah Baru

Pemisahan urusan imigrasi dan pemasyarakatan dari kementerian lama dan lahirnya Kemenimipas adalah pekerjaan struktural sekaligus kultural. Secara struktural, Agus Andrianto mewarisi PR penataan organisasi, regulasi, alur kerja, dan pola koordinasi lintas lembaga.

Secara kultural, ia berhadapan dengan persepsi publik yang sudah lama terbentuk: imigrasi identik dengan birokrasi berbelit dan celah pungli, pemasyarakatan identik dengan overkapasitas lapas, peredaran narkoba, dan praktik ilegal di balik jeruji.

Pemberian penghargaan kepada Kementerian PANRB dan penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah kementerian/lembaga pada Hari Bakti ke-1 memperlihatkan bahwa Kemenimipas menyadari tantangan itu tidak bisa dihadapi sendirian.


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *