Pembina Pramuka di sekolah ini menggabungkan pendekatan disiplin dengan kebersamaan. Latihan dilakukan rutin di sela waktu belajar, tanpa mengganggu pelajaran. Metode belajar interaktif dan integratif membuat siswa-siswa SD Dologan cepat tanggap dan tetap ceria.
Nilai Spiritual yang Membumi
Pendidikan di SD Dologan tak hanya soal angka dan pelajaran. Nilai-nilai agama Islam ditanamkan setiap hari. Kegiatan shalat Dhuha bersama dan membaca Asmaul Husna menjadi rutinitas yang membentuk karakter siswa yang religius, disiplin, dan rendah hati.
“Anak-anak kami diajak mengenal Allah sejak dini. Karena ketika ilmu dan iman menyatu, maka ilmu itu akan membawa keberkahan,” ujar seorang guru kelas dengan mata berbinar.
Kepemimpinan yang Melayani
Sebagai kepala sekolah, Sojo dikenal bukan hanya sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pembina karakter dan sahabat siswa. Ia turun langsung ke lapangan, mendampingi siswa latihan Pramuka, mengawasi shalat Dhuha, hingga berbicara hangat dengan orang tua murid.
“Saya tidak ingin sekolah ini sekadar bangunan. Saya ingin ini jadi tempat lahirnya manusia-manusia baik, yang kelak akan berguna untuk bangsa,” ucap Sojo, yang telah mengabdi lebih dari satu dekade di SD Dologan.
Inspirasi dari Desa untuk Indonesia
SD Dologan mengajarkan kita bahwa pendidikan bukan soal alat dan uang semata. Dari desa kecil di Todanan ini, lahirlah semangat besar yang menginspirasi: bahwa dengan iman, ilmu, dan karakter, anak-anak Indonesia bisa berdiri sejajar di mana pun mereka berada.
“Kami mungkin jauh dari kota, tapi mimpi anak-anak kami tidak pernah kecil,” tutup Sojo. (01)


.gif)