BLORA, OPINI PUBLIK.CO : Media gathering PMI Kabupaten Blora di Aula PMI, belum lama ini menegaskan sinyal penting: lembaga kemanusiaan mulai sadar bahwa kepercayaan publik tidak bisa lagi diminta, tetapi harus dibuktikan lewat data.
Di hadapan wartawan, PMI Blora memaparkan pengelolaan keuangan dan mengajak pers bersinergi, langkah yang patut diapresiasi, tetapi juga perlu diuji dengan ukuran transparansi yang benar-benar bisa diaudit publik.

PMI Kabupaten Blora menggelar media gathering sebagai upaya memperkuat sinergi dengan insan pers dalam menjalankan misi kemanusiaan. Ketua PMI Blora, Sutikno Slamet, menegaskan peran media krusial untuk menyampaikan nilai kemanusiaan sekaligus membangun kepercayaan publik.
“Kita mengajak teman-teman media untuk bersinergi menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Yang membuat pertemuan ini lebih dari sekadar agenda hubungan baik adalah keberanian PMI Blora memaparkan laporan pengelolaan keuangan, baik yang bersumber dari Bulan Dana PMI maupun pendanaan lainnya, di hadapan awak media. PMI menyebut langkah itu sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. .
Sutikno menempatkan transparansi sebagai kewajiban moral. Ia menyampaikan bahwa publik perlu mengetahui bagaimana dana donasi dikelola dan dimanfaatkan. “Setiap tahun PMI rutin mengadakan kegiatan relawan. Dari donasi itu tentu ada harapan masyarakat tahu bagaimana uang mereka dikelola oleh PMI Blora,” kata Sutikno.
Sebagai Ibadah



.gif)