Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara estimasi dan kasus yang ditemukan. Pada 2025, misalnya, hingga September baru sekitar 55% kasus yang berhasil terdeteksi, menunjukkan masih banyak penderita yang belum terjangkau layanan kesehatan .

 Pilot Projek

Pemerintah  juga terus memperkuat upaya penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia melalui langkah-langkah strategis yang terkoordinasi. Penanggulangan TBC menjadi salah satu program prioritas kesehatan nasional, mengingat tingginya beban kasus serta dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat dan produktivitas nasional.

Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K)

Kementerian Kesehatan juga  telah menggelar rapat koordinasi bersama jajaran kesehatan hingga ke tingkat daerah guna memastikan sinergi dalam pelaksanaan program pengendalian TBC. Upaya ini tidak hanya menekankan pada aspek pengobatan, tetapi juga penguatan sistem surveilans, edukasi masyarakat, serta peningkatan akses layanan kesehatan yang merata.

Langkah tersebut dilanjutkan dengan penyusunan rencana pemantauan pelaksanaan pengobatan dan surveilans penyakit TBC, yang akan dilakukan melalui pemeriksaan dan layanan di Puskesmas. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang, sekaligus mempercepat deteksi kasus baru di tengah masyarakat.

Kementerian Kesehatan juga menggandeng mitra dari Komisi IX DPR RI sebagai bentuk penguatan dukungan kebijakan dan pengawasan. Anggota DPR RI Komisi IX dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan), Edi Wuryanto, menyampaikan bahwa dirinya akan turut mendampingi Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K)   dalam melakukan pemantauan langsung pelaksanaan surveilans TBC di lapangan.

Dr. Edi Wuryanto Anggota Komisi IX DPR RI

Lebih lanjut,  Edi Wur juga mendorong agar Kabupaten Blora dapat dijadikan sebagai pilot project penanganan TBC di Jawa Tengah. Menurutnya, Blora memiliki potensi untuk menjadi model percontohan dalam penguatan layanan berbasis Puskesmas, pelacakan kasus aktif, serta integrasi program pusat dan daerah.

Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap upaya eliminasi TBC di Indonesia dapat dipercepat. Penanganan yang komprehensif, berbasis data, serta didukung kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menurunkan angka kasus secara signifikan dan mewujudkan target Indonesia bebas TBC di masa mendatang.  (@bangsar-26)

 


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *