BLORA SUMUK Tak Kunjung Padam

Catan Akhir Tahun Kamtibmas Blora 2025

BLORA, OPINI PUBLIK.CO : Blora sepanjang 2025 berada dalam tekanan konduksivitas yang nyata. Investor ragu, warga cemas, dan tragedi berulang meninggalkan luka kolektif. Di balik jargon stabilitas keamanan, publik menagih jawaban: sejauh mana negara hadir ketika rasa aman justru terasa menjauh?

Istilah Blora Sumuk sepanjang 2025 tidak lagi berhenti sebagai keluhan ekonomi atau kiasan iklim investasi. Ia menjelma menjadi indikator serius soal konduksivitas daerah, khususnya di bidang Kamtibmas. Di titik inilah publik mulai menautkan rasa tidak aman, keraguan investor, dan akumulasi tragedi kemanusiaan sebagai satu rangkaian persoalan yang belum benar-benar diputus.

Tak Lagi Abstrak

Bambang Sartono Pemred Opini Publik.Co saat diskusi tipis-tipis soal ‘Blora Sumuk’ dengan Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto suatu siang di mapolres Blora

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Setda Blora, Dasiran, secara terbuka menyebut kondisi ‘sumuk’ Blora membuat calon investor gamang. Alasannya bukan tunggal. Infrastruktur dan tata ruang memang belum sepenuhnya siap, tetapi isu yang paling cepat menyebar justru soal keamanan: keberadaan broker proyek, mafia tanah, konflik kepentingan, hingga dinamika unjuk rasa ormas yang berulang.

Dalam logika investasi, persepsi sering kali lebih menentukan daripada data. Sekali daerah dicap tidak kondusif, maka risiko dianggap lebih mahal daripada peluang. Di sinilah Kamtibmas menjadi faktor penentu, bukan pelengkap.

Sorotan publik secara otomatis mengarah ke Polres Blora, sebagai institusi yang memegang mandat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, secara jujur mengakui bahwa urusan konduksivitas daerah memang masuk domain Polri, tetapi penegakan hukum di luar tindak kriminal murni tidak bisa berjalan sendiri.


 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *