BNN dan LCKI Jambi di Garis Depan: 12 Tahun Melawan, Kini Waktunya Bangkit Bersama Lawan Narkoba

“Kalau perang ini hanya memakai tangan besi, ia akan pecah di tengah jalan. Tapi jika kita bangun kesadaran melalui nilai-nilai adat, agama, dan pendidikan, maka perubahan bisa tumbuh dari dalam,” ujar Mappangara.

“Kami ingin bicara bukan hanya pada otoritas, tapi pada nurani.”

Tak Boleh Menyerah

Data internal LCKI menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Jambi telah memasuki fase yang mengkhawatirkan—tidak hanya di kota, tapi juga merambah wilayah pedesaan.

Maka dari itu, HUT ke-12 ini bukan ajang nostalgia, melainkan panggung untuk menyusun strategi kultural dan struktural.

LCKI bahkan merencanakan audiensi lanjutan dengan Kapolda Jambi, sebagai bentuk konkret dari pernyataan: jika perang ini adalah medan juang, maka semua harus turun tangan—baik sipil, agama, adat, maupun aparat.

Petikan Inspiratif dari Lapangan

“Kami ingin anak-anak muda Jambi bisa mimpi besar, tanpa takut racun narkoba mematikan masa depan mereka,” ungkap salah satu anggota muda LCKI, Rizki Ramadhan, yang juga ikut menyusun seminar.

“Jangan menunggu sampai narkoba merenggut keluarga kita. Saatnya kita serbu balik dengan pengetahuan, nilai, dan keberanian,” kata Almira Sari, tokoh perempuan LCKI.

Bukan Sekadar Lembaga, Tapi Gerakan Moral

LCKI kini tak ingin dikenal hanya sebagai lembaga. Mereka ingin diingat sebagai gerakan moral rakyat Jambi, yang memutuskan untuk tidak tinggal diam.

Dukungan BNN bukan hanya bentuk pengakuan, tapi juga sinyal bahwa kolaborasi ini nyata dan sangat mungkin menyelamatkan generasi.

“Di ulang tahun ke-12 ini, kami tidak meniup lilin. Kami meniupkan semangat baru: bahwa melawan narkoba adalah ibadah, adalah perjuangan, adalah panggilan sejarah.”
Mappangara HK


 

By Op1

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *